[Go-Blog]Ditemui di beberapa pangkalan ojek terpisah pada Senin (9/6), para tukang ojek di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP Ciawi-Bogor mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Walaupun begitu, mereka pasrah dan berharap bisa segera menyesuaikan tarif.Dilematis. Itulah yang dihadapi para tukang ojek menghadapi kenaikan harga BBM. Mereka tak berani menaikkan tarif ojek karena khawatir ditinggalkan pelanggan. Disisi lain, penghasilan mereka merosot tajam karena pelanggan mereka mengira tarif ojek sudah naik seiring naiknya harga BBM.
Senada dengan Adam, Dodri (16) yang mangkal dengan kawan-kawannya yang rata-rata masih sekolah juga tak berani menaikkan tarif. ”Sudah kenal dengan pelanggan, jadi nggak enak”. Dodri merupakan Salah seorang tukang ojek yang masih sekolah di bangku kelas 1 SMK di Ciawi.
Menjadi pengojek menjadi pilihan kebanyakan lulusan angkatan kerja yang tak tertampung di dunia kerja. Dengan modal sepeda motor kredit, mereka bisa memperoleh pengasilan sekitar 15-20 ribu perhari. Hasil tersebut dapat digunakan untuk makan sehari dan membeli bensin. Sisanya mereka pergunakan untuk membayar cicilan motor. Namun pasca kenaikan BBM, harapan untuk dapat segera melunasi kreditpun mulai lekang. (@gs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar