Gegap Gempita EURO 2008 Kalah Menarik Daripada Isu BBM


[Go-Blog]Opini masyarakat sekitar Ciawi terhadap pertandingan uero 2008 yang baru dimulai pekan ini beragam, dari pedagang, pengojek, sopir angkot dan juga masyarakat sekitar Pusdiklatwas BPKP.
Ada yang antusias, ada juga yang sama sekali tidak mengetahui, sebut saja ibu Nona yang tidak tahu sama sekali mengenai euro 2008 dan juga beberapa orang yang mengetahui euro 2008 namun tidak mengikuti perkembangan pertandingan bola yang paling bergengsi di Eropa tersebut karena pertandingan disiarkan secara langsung dini hari sehingga menurut beberapa pedagang dapat menggangu aktivitas rutin yang dilakukan, seperti ke pasar belanja kebutuhan dagangan dan dapat terlambatnya memulai aktivitas di pagi hari.

Demikian juga sebagian para pengojek yang tidak secara langsung mengikuti pertandingan tersebut, mereka lebih baik menonton siaran tunda daripada siaran langsung namun mengakibatkan tertidur pada pagi harinya.
Namun bagi bapak Awi tidak demikian, pertandingan siaran langsung adalah segalanya yang tidak bisa ditunda walaupun disadari akan terganggu kegiatan pada pagi harinya

Manisnya Ubi Cilembu

[Go-Blog]Apabila anda berjalan-jalan di daerah Ciawi, Bogor, jangan lupa mencicipi ubi cilembu. Ubi yang berwarna kuning ini secara fisik sama dengan ubi yang berasal dari daerah lain di Indonesia, mempunyai rasa sangat manis sekali sehingga ada juga yang menyebutkan ubi madu.

Untuk mendapati ubi yang berasal dari Sumedang ini tidaklah sulit, anda cukup mencarinyasepanjang jalan di Ciawi. Cara memasaknya pun mudah, para pedagang cukup merebus ataumemanaskan dalam oven, setelah itu dapat langsung disajikan di atas piring. tapi janganlupa, agar rasa nikmat saat makan tak terganggu, ubi ini seyogyanya dimakan panas-panas diiringi segelas air minum agar efek lengket dari madu manis yang dikeluarkan dapat segera
hilang.
Menikmati satu kilogram atau kira-kira 6-8 buah uAnda juga jangan risau dengan harga ubi ini, cukup dengan uang dua belas ribu saja anda dapatbi cilembu.(@gs_Yudh)

BBM Naik, Tukang Ojek Menjerit

[Go-Blog]Ditemui di beberapa pangkalan ojek terpisah pada Senin (9/6), para tukang ojek di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) BPKP Ciawi-Bogor mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Walaupun begitu, mereka pasrah dan berharap bisa segera menyesuaikan tarif.

Dilematis. Itulah yang dihadapi para tukang ojek menghadapi kenaikan harga BBM. Mereka tak berani menaikkan tarif ojek karena khawatir ditinggalkan pelanggan. Disisi lain, penghasilan mereka merosot tajam karena pelanggan mereka mengira tarif ojek sudah naik seiring naiknya harga BBM.

Adam (19), salah satu tukang ojek yang tergabung dalam grup ojek ”BPKP” sempat tercenung tatkala ditanya apakah penghasilannya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Hal itu karena penghasilannya menurun dari rata-rata Rp20.000,00 per hari sebelum BBM naik menjadi Rp15.000,00 pasca kenaikan. ”Nggak enak mau naikin”, ungkapnya.

Senada dengan Adam, Dodri (16) yang mangkal dengan kawan-kawannya yang rata-rata masih sekolah juga tak berani menaikkan tarif. ”Sudah kenal dengan pelanggan, jadi nggak enak”. Dodri merupakan Salah seorang tukang ojek yang masih sekolah di bangku kelas 1 SMK di Ciawi.

Menjadi pengojek menjadi pilihan kebanyakan lulusan angkatan kerja yang tak tertampung di dunia kerja. Dengan modal sepeda motor kredit, mereka bisa memperoleh pengasilan sekitar 15-20 ribu perhari. Hasil tersebut dapat digunakan untuk makan sehari dan membeli bensin. Sisanya mereka pergunakan untuk membayar cicilan motor. Namun pasca kenaikan BBM, harapan untuk dapat segera melunasi kreditpun mulai lekang. (@gs)

BBM Naik, Kualitas Pelayanan Tetap Prima

[Go-Blog]”BBM naik, kualitas pelayanan harus semakin ditingkatkan dong !”. Itulah pernyataan yang terlontar dari Adi Saputra, Account Manager pada PT. Panorama Transportasi Tbk kemarin siang saat diwawancarai via telepon selulernya.

Adi (30), demikian panggilan akrabnya, menyatakan bahwa kenaikan BBM memang cukup berpengaruh, namun tidak terlalu signifikan. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pelanggan yang tidak mengalami penurunan. ”Memang, harga penyewaan sarana transpotasi pada perusahaan kami mengalami kenaikan. Namun, hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap demand atas pelayanan kami. Contohnya, pada musim liburan ini jumlah customer naik 10% ”.

Contoh kenaikan harga penyewaan adalah sebagai berikut: untuk jenis big bus dengan kapasitas 43 tempat duduk, harga sebelum naiknya BBM adalah Rp. 2.500.000/hari. Dengan adanya kenaikan BBM, kini harga penyewaan bis mengalami perubahan. Saat ini, harga penyewaan dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu penyewaan bis untuk hari biasa (Senin-Jumat) harga sewanya Rp. 3.000.000,00, sedangkan untuk akhir pekan (Sabtu dan Minggu) menjadi Rp. 3.300.000,00 dengan fasilitas 2 unit LCD TV, DVD dan sound system.

Perusahaan yang bergerak dalam hal jasa transportasi darat dan telah go public ini memiliki 5 (lima) cabang yang tersebar di Indonesia: Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Palembang. Selain itu. Perusahaan ini juga pernah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Untuk tingkat nasional, PT. Panorama Transportasi Tbk. mendapatkan penghargaan ADI KARYA WISATA 2006 dalam bidang jasa transportasi pariwisata. Sedangkan untuk tingkat internasional, perusahaan ini mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan OHSAS 18001.